Tabel Perkembangan Luas Area Budidaya Tahun 2021-2025 (Ha)

Melalui tabel yang tersedia, dapat dilihat adanya Peningkatan luas area tahun 2025 yang tertinggi terjadi pada jenis budidaya tambak semi intensif, dari tahun 2024 sebesar 8,33 ha menjadi 68,17 ha di tahun 2025. Ini terjadi karena pendataan yang dilakukan secara lebih mendalam bukan hanya kepada Pokdakan-Pokdakan Udang Vannamei, tapi juga melakukan pendataan kepada Individu-individu yang mempunyai Tambak Udang pribadi. Tambak Intensif terdata dan menjadi Penghasil Udang Vannamei terbesar di Kabupaten Lingga dengan luas area budidaya seluas 30,42 ha. Sementara itu, jenis budidaya laut keramba jaring apung/keramba jaring tancap (KJT/KJA) mengalami peningkatan luas area namun tidak terlalu signifikan. Luas area budidaya laut (KJT/KJA) pada tahun 2024 3,74 ha menjadi 3,93 ha pada tahun 2025. Luas area kolam air tawar/terpal mengalami peningkatan dari tahun 2024 seluas 0,41 ha menjadi 0,60 ha di tahun 2025. Jenis budidaya tambak Tradisional baru tersedia mulai tahun 2023 seluas 20,58 ha dan mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2024 menjadi 0,055 ha karena terdapat banyak tambak yang sudah tidak aktif dan tidak terdata lagi. Sedangkan pada tahun 2025 budidaya tambak tradisional mengalami peningkatan menjadi 0,58 ha. Tambak lepas dasar juga baru tersedia pada tahun 2023 sebesar 0,36 ha dan mengalami penurunan pada tahun 2024 menjadi 0,26 ha. Tambak tradisional juga mengalami peningkatan luas area pada tahun 2025 menjadi 0,49 ha.

Data and Resources

Additional Info

Field Value
Source https://docs.google.com/spreadsheets/d/11gW12kuUZ-11mOkmNToJ3sKkvrXTIzoT/edit?usp=sharing&ouid=114151956879800290473&rtpof=true&sd=true
Last Updated July 15, 2026, 08:32 (UTC)
Created July 15, 2026, 08:28 (UTC)